2 Versi Sejarah Terpecahnya SH Terate dan Winongo

Hai dulur, siapa yang tidak tahu salah satu organisasi pencak silat SH. Nah, kali ini saya akan bahas Sejarah Terpecahnya SH. Asal kalian tahu ya lur, dulu awalnya SH atau Setia Hati itu merupakan satu perguruan.

Namun karena beberapa masalah akhirnya terpecah menjadi 2 yaitu PSHT (Persatuan Setia Hati Terate) dan PSHW (Persatuan Setia Hati Winongo) atau juga disebut Tunas Muda.

Nah, sejarah terpecahnya SH Terate dan Winongo ini ada 2 versi lur.

Awalnya, kedua perguruan silat SH saling berdampingan dengan damai. SH Winongo memiliki pengaruh besar di daerah khususnya Madiun kota, sementara SH Terate berada di daerah Madiun pinggir atau pedesaan.

Disini saya mencoba adil, dengan menyampaikan semua versi sejarah terpecahnya SH, yakni versi PSHT dan versi PSHW.

Sejarah Terpecahnya SH versi PSHT

Benih perpecahan perguruan silat Setia Hati dimulai ketika tahun 1945-1965 an, banyak pendekar SH Winongo yang kongkalikong dengan PKI.

SH Terate yang menganggap ilmu SH (Setia Hati) yang diturunkan oleh Eyang Suro merupakan ilmu yang berbasis ajaran Islam, sehingga Sh Terate merasa SH Winongo mulai keluar dari jalur tersebut.

Perselisihan antara SH Terate dan Winongo semakin menjadi-jadi antara sekitar tahun 1963-1967, dimana banyak pendekar dari kedua perguruan yang terlibat bentrok fisik dalam peristiwa-peristiwa politik.

Namun tidak dibubarkan oleh pemerintah, karena organisasi ini masih mengandung unsur perjuangan.

SH Winongo sedikit demi sedikit mulai kehilangan pamornya, terutama setelah masa pembersihan anggota PKI yang berlangsung antara tahun 1967-1971 di daerah Madiun.

Puncaknya, di era 1980-an perguruan silat ini berada dalam keadaan mati suri.

Konon katanya, banyak pendekar SH Terate yang berperan sebagai eksekutor para anggota PKI (termasuk beberapa pendekar SH Winongo yang terlibat PKI) di kawasan Madiun.

Inilah yang memicu dendam pendekar SH Winongo yang non-PKI tapi merasa memiliki solidaritas pada kawan-kawannya yang dieksekusi tersebut.

Tahun 1990-an, eksistensi SH Winongo sedikit demi sedikit mulai naik kembali. Banyak pemuda dari kawasan perkotaan Madiun yang masuk menjadi anggota SH Winongo.

SH Winongo menggunakan taktik populis dalam merekrut anggota baru mereka.

Mereka masuk ke SMP dan SMU di kota Madiun dan menawarkan status pendekar secara instan kepada pemuda-pemuda yang mau bergabung, sehingga kerap disebut “pendekar instan”.

Sementara untuk meraih status pendekar di SH Terate, persyaratannya cukup berat dan memakan waktu cukup lama.

Sejarah Terpecahnya SH versi PSHW

Setia-Hati berdiri pada tahun 1903 oleh Khi Ngabehi Suro Diwiryo. Akar permasalahan pemicu pertentangan kedua kubu SH Terate dan SH Winongo adalah perbedaan ideologi antara Ki Ngabehi Suro Diwiryo dengan Hajar Hardjo Oetomo (murid eyang Suro).

Menurut Ki Ngabehi Suro Diwiryo, Perguruan silat Setia Hati bukanlah wadah perjuangan bangsa untuk pencapaian kmerdekaan, melainkan perkumpulan pencak silat yang tidak membedakan suku, ras, agama.

Sementara menurut Hardjo Oetomo, Perguruan silat Setia Hati adalah sarana menggalang persatuan dan alat perjuangan untuk mencapai kemerdekaan.

Karena perbedaan tersebut Hardjo Utomo mundur dari SH dan ijin kepada Eyang Suro untuk mendirikan SH Muda, akan tetapi Eyang Suro tidak memberikan jawaban alias tidak merestuinya.

Suatu ketika Eyang Suro mengetahui bahwa di Pilangbango diadakan latihan pencak silat SH Muda, maka SH Muda pun dicap oleh Eyang Suro sebagai SH Merah/SH Komunis,

SH Muda bersiasat mengubah nama mereka menjadi SH Pencak Sport Club pada tahun 1922.

Masalah pun terjadi dengan Belanda karena penggunaan kata “PENCAK” tersebut, hingga akhirnya berganti nama lagi menjadi SH Sport Club.

Lalu pada tahun 1942 atas inisiatif dari S.Soerengpati (tokoh Indonesia muda), SH Sport Club berganti nama menjadi SH TERATE.

Dari sini dapat kita lihat bahwa antara Setia Hati yang didirikan oleh Eyang Suro dengan SH Terate adalah berbeda. Bahkan dapat dikatakan bermusuhan alias Penghianatan oleh murid kepada Guru nya.

Kesimpulan

Itulah lur 2 versi sejarah terpecahnya SH menurut SH Terate dan SH Winongo.

Memang masing-masing memiliki keyakinan sejarahnya sendiri. Akan tetapi sejarah, cukuplah menjadi sejarah dan kita jadikan untuk memperbaiki diri kita yang sekarang dan dimasa depan.

PSHT dan PSHW tergabung kedalam IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)

Sejarah Terpecahnya SH logo IPSI

Jadi daripada ribut mulu kedua organisasi ini nih… Mending mari kita harumkan nama bangsa Indonesia salah satunya dengan pencak silat.

Baca Juga : Mitos dan Fakta SH Terate dan Winongo

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *