Mitos dan Fakta SH Terate dan Winongo

Hai lur, banyak sekali mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang perguruan bela diri pencak silat, baik itu pencak silat SH Terate, SH Winongo (Tunas Muda), IKS (Ikatan Kera Sakti), dll. kebetulan saya adalah salah seorang warga PSHT, nah pada kali ini saya akan mencoba meng-clearkan mitos dan fakta SH Terate dan Winongo.

Jika anda ingin bergabung ke organisasi Pencak silat Setia Hati, ada baiknya anda untuk mengerti dan memahami beberapa mitos dan fakta mengenai pencak silat SH Terate dan Winongo.

SH Terate dan Winongo saling bermusuhan

Mitos dan Fakta SH

Memang kalau dilihat dari sejarah Terate dan Winongo (Tunas Muda), awalnya merupakan satu perguruan Pencak Silat yang didirikan oleh Eyang Suro. Akan tetapi akhirnya terpecah, karena suatu permasalahan.

Masalahnya apa ? Kalau menurut orang SH Terate singkatnya adalah, SH Winongo mengandung unsur komunis. Sementara menurut orang SH Winonogo, pun sebaliknya yaitu SH Terate lah yang komunis, jadi saling tuduh menuduh, ya begitulah.. hmm…

Namun, pada dasarnya semua perguruan pencak silat di Indonesia tergabung kedalam suatu organisasi induk yang dinamakan IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). Termasuk juga didalamnya ada PSHT, PSHW, IKSPI, Pagar Nusa, dll. Jadi mari berdamai saja, lupakan sejarah masa lalu yang tidak baik, terus memperbaiki diri untuk masa depan, dan jadikan Pencak Silat sebagai salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. 🙂

Dan faktanya ketua PSHT dan ketua PSHW saling berdamai koq lur, yang sering bikin masalah itu ya biasanya anggota baru atau orang-orang yang kurang kerjaan, dan cuma pengen nyari sensasi aj. Orang kayak gini menurut saya harusnya dicopot saja keanggotaannya dari organisasi, supaya tidak membuat kerusuhan.

Kalau boleh saya kasih saran, jika di lingkungan sekitar anda banyak orang yang ikut PSHT, maka saya sarankan untuk ikut PSHT. Dan jika dilingkungan anda banyak orang PSHW maka saya sarankan untuk ikut PSHW. Sehingga dengan demikian anda tidak akan terkucilkan oleh lingkungan anda.

Biaya sah-sahan yang tidak masuk akal

Sah-sahan adalah salah satu syarat disahkannya seseorang untuk menjadi warga atau anggota organisasi Setia Hati. Sah-sahan dilakukan semalam suntuk dari malam sampai pagi menjelang subuh. Dalam sah-sahan pun ada banyak kegiatannya juga.

Biaya untuk sah-sahan itu sendiri bervariasi antara 500-1jt rupiah tergantung masing-masing daerah. Biaya untuk sah-sahan juga diperinci penggunaannya antara lain : untuk iuran membangun padepokan, untuk kas bendahara cabang, untuk kas bendahara ranting, untuk konsumsi, baju sakral, sabuk, badge, dan biaya transport. Jadi kalau menurut saya sih biaya segitu masih masuk akal, akan tetapi memang kalau untuk warga pedesaan biaya segitu cukuplah berat.

Namun, apabila anda masih merasa keberatan, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada pelatih, agar diberikan jalan keluar yang lebih baik.

Pencak silat SH menggunakan jin, Mitos dan Fakta SH

SH merupakan pencak silat yang mengkombinasikan gerakan-gerakan berupa senam dan jurus. Dalam SH sendiri ada kurang lebih 100 jenis gerakan senam, dan ada kurang lebih 30 jenis jurus. Semua gerakan senam dan jurus tersebut bisa dirangkaikan sehingga menciptakan sebuah seni pencak silat, dan juga gerakan tersebut bisa digunakan ketika berduel atau sambung.

Dalam SH juga diajarkan pernapasan, yang mana pernapasan ini sangat bermanfaat untuk tubuh kita. Pernapasan juga biasanya digunakan untuk aksi pertunjukan, misal memecahkan es, memecahkan bata, dll. Jadi, dalam seni beladiri SH tidak mengajarkan untuk menggunakan jin.

Itulah dia lur, sedikit tentang Mitos dan Fakta SH Terate dan Winongo, semoga bermanfaat dan bisa diambil hikmahnya ya lur. Apakah dulur adalah orang PSHT atau PSHW? Mari kita berdiskusi lebih lanjut melalui kolom komentar ya lur. Terima kasih.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *